Memulai Umroh

 

pelataran-masjidil-haram-antara

 

Masjidil Haram berada tepat di hadapan kami. Kini terbayar sudah kerinduan yang lama terpendam. Terima kasih ya Tuhan telah mengundang kami ke rumah-Mu yang mulia. Sebagaimana yang dicontohkan nabi, sebelum memasuki masjid kami pun berdoa,

بِسْمِ اللهِ وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ، اَللّٰهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ

             “Dengan nama Allah, semoga shalawat dan salam tercurahkan kepada Rasulullah.                                  Ya Allah, bukakan pintu-pintu rahmat-Mu untukku.”

Sebelum tiba di areal thawaf, tampaklah bangunan hitam berbentuk kotak yang dikelilingi ribuan orang. Itulah Ka’bah yang menjadi kiblat umat Islam sedunia.

Air mata menetes dengan sendirinya kala menyaksikan bangunan yang mungkin selama ini hanya dapat dilihat dari televisi. Maka manfaatkanlah momentum indah ini dengan sebuah doa yang diajarkan oleh Rasulullah,

اللّٰهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَ مِنْكَ السَّلَامُ فَحَيِّنَا رَبَّبَا بَالسَّلَامِ

            “Ya Allah, Engkau adalah Mahasejahtera, dari Engkau pula kesejahteraan, maka hidupkanlah kami wahai Rabb kami daam kesejahteraan.”

Kemudian, mari kita melaksanakan umroah sebagaimana yang dicontohkan oleh rasulullah:

  • Berihrom. Setelah mengenakan dua lembar kain ihram di miqot (dalam hal ini kami bermiqat di Dzul Hulaifah karena kita memasuki Makkah dari arah tersebut) maka para jamaah melafadzkan niat ihram dengan mengucapkan, لَبَّيْكَ اللَّهُمَ عُمرَةً. yang berarti Aku penuh panggilan-Mu ya Allah dengan menunaikan umroh.” setelah membaca niat umroh maka kita tidak lagi diperkenankan melakukan hal-hal yang termasuk ke dalam larangan umroh seperti bertengkar, berbicara mesum, bercumbu bagi suami-istri, mengenakan pakaian yang membentuk tubuh bagi laki-laki, memakai tutup kepala dan menutup mata kaki bagi lelaki, memakai wewangian, serta berbuat kerusakan.
  • Thowaf. Jamaah memulai thowaf dari rukun / sudut Hajar Aswad yang ditandai dengan lampu neon hijau di sisi kanan. Jamaah memulai thowaf dengan membaca بِسمٍ اللهِ اللهِ اَكْبَرkemudian berjalan mengelilingi Ka’bah. Bagi mereka yang mampu mencium hajar aswad maka ciumlah, bila tidak bisa cukup mengelusnya dengan tangan kemudian kita cium tangan itu, atau bila tidak bisa cukup melambai ke arah Hajar Aswad dengan tangan kanan. Dari hajar aswad kita akan mengelilingi Ka’bah sambil berdoa masing-masing. Setibanya di Rukun Yamani (sebuah sudut yang terletak sebelum sudut Hajar Aswad) kita membaca doa

            رَبَّنٰا ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِى الأَخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ

                        “Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan                                  lindungilah kami dari adzab Neraka.

 

Ketika kita tiba kembali di Hajar Aswad maka ulangi lagi bacaan yang pertama (Bismillahi Allah Akbar) dan ketika kita sampai di Rukun Yamani kita baca kembali doa yang kedua.

  • Sa’i. Setelah menyelesaikan thawaf jamaah menuju tempat yang bernama Masa’; dimana bukit Shafa dan Marwah terletak. Pertama-tama kita mendekati bukit Shafa dan membaca surat Al-Baqoroh 196,

إِنَّ الصَّفَا وَالمرَوَةَ مِنْ شَعٰاءِرِ اللهِ فَمَنْ حَجَّ البَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا وَ مَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَاِنَّ اللهَ شَاكِرٌ علَيْمٌ

  “Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian dari syiar (agama) Allah. Maka barang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan Sa’i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan  kebaikan, maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.

 

Setelah itu kita melafazkan اَبْدَاُ بِمَا بَدَاَ اللهُ بِهِ/ saya memulai dengan apa yang dimulai Allah.” Setelah itu kita naik ke atasnya kemudian menghadap kiblat seraya membacaاَللهُ أَكْبَرُ(3x). Setelah itu kita membaca doa berikutnya,

لَا إَلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُلْكُ وَ لَهُ الْحَمْدُ يُحْيِ وَ يُمِيْتُ وَ هُوَ عَلَى كُلَّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ

    “Tidak ada Ilah yang hak kecuali Alah semata, tiada sekutu baginya. Hanya Dia yang memiliki kekuasaan dan hanya Dia pula yang memiliki pujian. Dia menghidupkan dan Dia pula yang mematikan. Dan Dia berkuasa atas segala sesuatu.

 

Setelah itu kita berdoa masing-masing sejenak sebelum membaca doa berikutnya,

 

لَا إَلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ أَنْجَزَ وَعْدَهُ وَ نَصَرَ عَبْدَهُ وَ هَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ

          “Tidak ada Ilah yang hak kecuali Allah semata. Dia telah melaksanakan janji-Nya.             Menolong hamba-Nya dan Dia satu-satunya yang telah mengaahkan bala tentara                persekutuan (kaum musyrikin).

 

  • Setelah menyelesaikan sa’i kita pun mengerjakan tahallul yang berarti menghalalkan kembali larangan-larangan ihram. Cara mengerjakan tahalul adalah dengan memangkas rambut baik memendekannya atau menggundul habis. Keduanya sama-sama sah namun mencukur gundul lebih utama sebagaimana yang tertera dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim,“Rasulullah bersabda:

اَلَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُحَّلِقِين. قَالُوا وَالْمُقَصِّرِين يَا رَسُوْلَ اَللهِ. قَالَ:اَلَّهُمَّ ارْحَمِ الْمُحَّلِقِين. قَالُواوَالْمُقَصِّرين يَا رَسُوْلَ اَللهِ. قَا لَ وَالْمُقَصِّرِين.

Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya!’ mereka (para sahabat)      berkata ‘Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya wahai Rasulullah?’ Nabi berdoa lagi, ‘Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya!’ Mereka kembali   berkata: ‘Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya ya Rasulullah?’ Maka Nabi menjawab, ‘Dan orang- orang yang memendekkan rambutnya.

Dengan memotong rambut maka rangkaian ibadah umroh kita pun selesai sudah. Semoga Allah menerima amal kita. Allahuma aamiyn.

English

Espanol

2 Comments Add yours

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s