Sedekah di Mekkah- Madinah

وَ الصَّدَقَةُ تُطْفِىءُ الْخَطِيْءَةَ كَمَا يُطْفِىءُ الْمَاءُ النَّارَ

Sedekah dapat memadamkan dosa sebagaimana air dapat memadamkan api.1

Gold_bars_and_gold_coins_on_table_next_to_leather._

 

“Uang saya sudah ditukarkan dengan Riyal semuanya.”
“Eh, kalau saya bawa dollar.”
“Saya bawa rupiah saja, nanti tukar di sana.”
“Jangan. Tukar di sini saja, nanti kalau tukar di sana repot.”

Perbincangan seputar uang apa yang akan dibawa ke Mekkah atau Madinah biasanya dilakukan oleh para jamaah yang belum pernah ke tanah suci. Timbul kekhawatiran kalau-kalau mata uang yang dibawa tidak laku di Mekkah maupun Madinah. Muncul pemikiran- pemikiran bahwa sebaiknya yang dibawa adalah Dollar, Riyal atau tetap dalam mata uang Rupiah.

Silahkan membawa uang dalam mata uang Rupiah ataupun Dollar Amerika, nanti setelah di tanah suci, bisa langsung bertransaksi dengan uang tersebut atau kalau mau, silahkan ke money changer yang banyak tersedia.

Ketika menukar uang di money changer, jangan lupa agar sebagian uang yang ditukarkan minta dalam pecahan kecil 1 riyal dan 5 riyal. Untuk apa pecahan kecil begitu? repot banget, bikin tebal dompet? Banyak sekali gunanya. Pecahan 1 riyal dan 5 riyal tersebut untuk disedekahkan.

Nah, mumpung sedang berada di Mekkah dan Madinah, kesempatan bagi jamaah untuk memperbanyak sedekah. Sedekah bisa diberikan kepada petugas-petugas cleaning service yang banyak bertebaran di Masjidil Haram dan masjid Nabawi. Bisa juga untuk petugas- petugas yang bagian merapikan ruang dalam masjid. Mereka biasanya merapikan letak Al-Qur’an yang kurang teratur, menyusunnya kembali di atas rak-rak.

Kadang sambil menunggu datangnya waktu shalat berikutnya, sebagian besar jamaah tetap diam di tempatnya, tidak pulang ke Hotel. Mereka biasanya menghabiskan waktu dengan membaca Al- Qur’an. Nah petugas yang berada di bagian dalam masjid suka di panggil jamaah untuk mengambilkan Al- Qur’an. Setelah waktu shalat tiba, maka petugas- petugas itu akan dipanggil lagi untuk mengembalikan Al- Qur’an ke rak yang tersedia di tepi ruangan.

Ketika bubaran shalat, jamaah akan menghampiri petugas dan menyelipkan selembar dua lembar uang riyal. Besaran sedekahnya terserah, seikhlasnya, namanya juga sedekah. Mulai dari satu riyal sampai sepuluh riyal. Wajah mereka akan terlihat sumringah diiringin ucapan terima kasih dalam bahasa Arab. kalau yang bertugas adalah warganegara Indonesia, maka yang diucapkannya tentu saja ‘terima kasih, bu.’ Atau ‘terima kasih, pak.’ Bukan ucapan terima kasih dari mereka yang diharapkan, tapi kalau mereka spontan berterima kasih masak ditolak dan kita katakan ‘tidak usah berterima kasih?’ 🙂

Ditulis oleh: Ummu Ryan Mondang Sari

1H.R Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Hakim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Bin Mahmud Alu Su’ud, Nayef. 175 Jalan Menuju Surga, hal. 208. Bogor: Darul Ilmi Publishing, Juli 2012.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s