Rindu Mekkah

di luar halaman masjidil haram

Kadang, setelah selesai shalat Isya berjamaah di Masjidil Haram, kaki rasanya berat untuk diajak melangkah ke luar. Daya tarik Ka’bah begitu kuatnya, sehingga bukannya bergerak ke luar pulang ke hotel, justru menceburkan diri dalam lautan manusia yang sedang thawaf. Selesai thawaf, apakah langsung pulang? masih ada waktu untuk menikmati makan malam yang disediakan di hotel

Biasanya restoran tutup pukul 21.00 waktu KSA. Oh, tidak pulang, lebih enak duduk di anak tangga yang menghubungkan bagian dalam masjid dengan halaman tempat Ka’bah berada. Pada anak tangga bawah sampai anak tangga teratas, sudah banyak jamaah yang duduk. Ada yang membaca Al- Qur’an, banyak yang sedang berdo’a sambil mengangkat kedua tangan, beberapa hanya duduk diam sambil memandangi Ka’bah dengan berlinang air mata.  Entah do’a apa yang dipanjatkan para jamaah kepada Allah, pemilik Ka’bah. Masing- masing punya permintaan, keinginan, permohonan.

Ka’bah, Masjidil Haram, Mekkah, memang mempunyai daya tarik yang sangat kuat. Berapa banyak orang yang sudah pernah menziarahinya; tahun berikutnya atau beberapa tahun kemudian datang lagi, berkunjung lagi, tidak ada bosannya. Padahal biaya Haji atau Umrah tidak main- main. Puluhan juta rupiah untuk sekali datang. Apa yang membuat mereka ingin kembali dan kembali lagi? karena keinginan untuk meraih keutamaan- keutamaan yang dijanjikan Allah. Salah satunya adalah sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam,

صَلَاةُ فِي مَسْجِدِي هَذَا أَفْضَلُ مِنْ أَلفِ صَلَاةٍ فِيْمَا سِوَاهُ إِلَّ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ َوَ صَلَاةٌ فِي المَسْجِدِ الحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِاءَةٍ أَلْفِ صَلَاةٍ
Satu shalat dimasjidku ini lebih utama dari 1000 shalat di tempat lain, kecuali Masjidil Haram. Dan shalat di Masjidil Haram sekali lebih baik dari 100.000 shalat di tempat lain.” (HR. Bukhari no.1190 dan Muslim no. 1394).

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa sallam juga bersabda,

وَاللهِ! إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضُ اللهِ، وَ أَحَبُّ أَرْضُ اللهِ إَلَى اللهِ، وَلَوْ لَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكَ لَمَّ خَرَجْتُ

Demi Allah, sesungguhnya engkau (Mekkah) adalah bumi Allah yang paling baik dan tanah yang paling dicintai Allah, andaikata aku tidak diusir darimu, niscaya aku tidak akan meninggalkanmu.” (HR. Ahmad jilid 4 hal. 13. HR. Tarmizi no. 3295. HR. Ibnu Majah no. 3168).

Ka’bah yang berada di dalam Masjidil Haram di kota Mekkah, walaupun letaknya sangat jauuuhhhhh dari Indonesia, seakan ada di depan mata. Keinginan untuk bisa berkunjung selalu ada tidak pernah hilang. Terbayang kuat, rutinitas di dalam Masjidil Haram. Pilar- pilarnya yang kokoh. Rak-rak kayu dipenuhi Al- Qur’an. Drum- drum berisikan air Zamzam. Lantainya yang dingin. Petugas-petugas wanita pada areal shalat wanita yang membantu mengambilkan Al- Qur’an untuk jamaah dan mengembalikannya kembali ke atas rak kayu.  Petugas- petugas cleaning service berseragam biru muda berasal dari berbagai negara yang ramah dan cekatan.

Tidak tahu, dalam hitungan bulan ataukah tahun, takdir membawa diri ini melangkah kembali di atas bumi yang paling baik dan tanah yang paling dicintai Allah.

Harapan dan do’a hanya disandarkan kepada- Nya.

Ditulis oleh: Ummu Ryan Mondang Sari

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s